Sekitar 25 tahun yang lalu, ketika internet dan handphone belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti sekarang, saya jatuh cinta pada sebuah buku panduan perjalanan bernama Lonely Planet (LP). Awalnya sahabat saya Tyas yang memperkenalkan sebuah buku tebal dengan sampul menarik dan tulisan besar : INDONESIA.

Tyas mendapatkan “kitab suci” jalan-jalan ini dari ayah beliau dan karena Tyas baik hati, LP INDONESIA ini sudah menjadi milik bersama, dan sampai kucel karena selalu di ajak berpetualang. Saya masih ingat sensasi membuka halaman demi halaman yang berisi ulasan destinasi wisata, rekomendasi tempat menginap mulai dari kelas backpacker, melati sampai hotel bintang lima. Tidak lupa rekomendasi tempat makan hingga tips perjalanan yang ditulis oleh reporter LP yang pastinya traveler kawakan.
Sejak saat itu, sebelum jalan-jalan pastinya kami mempelajari dulu destinasi tujuan dari LP. Akurat lho, masih ingat kan cerita jalan-jalan kami ke Gunung Rinjani dan mampir ke Bali, nah setelah menginap semalam di rumah Pria Jawa, saya dan Tyas melanjutkan jalan-jalan berdua saja dan kami menginap di area Kuta sebab LP.
Saking cintanya dengan LP tapi ga punya uang untuk membeli buku aslinya, saya dulu rela menabung untuk memfotocopy LP Tyas. Ketika sudah kerja dan punya uang sendiri, salah satu buku pertama yang saya beli pastinya LP:).
Bagi saya LP bukan sekedari buku, tapi jendela dunia. Ada perasaan bahagia yang sulit dilukiskan ketika saya bisa memberi tanda dan catatan khusus di tempat-tempat yang pernah saya kunjungi. Atau perasaan bahagia bisa memiliki LP negara yang ingin saya kunjungi, misalnya ketika housemate saya di Balikpapan memberi hadiah ulang tahun LP Nepal, bahagia banget rasanya.
Namun, dunia terus berubah. Kehadiran internet dan teknologi digital mengubah cara kita mencari informasi. Jika dulu saya mengandalkan LP yang diperbarui setiap beberapa tahun sekali, kini informasi perjalanan dapat diperoleh secara real time dari jutaan orang yang berbagi pengalaman mereka setiap hari bahkan setiap saat.
Kalau dulu Lonely Planet adalah teman perjalanan favorit saya, maka saat ini peran tersebut telah banyak diambil alih oleh Tripadvisor. Aplikasi yang setia saya gunakan sejak lama, mungkin dari 10-12 tahun yang lalu.
Kenapa Tripadvisor
Tripadvisor adalah platform perjalanan yang menyediakan informasi mengenai hotel, restoran, tempat wisata, aktivitas, serta berbagai layanan terkait perjalanan. Salah satu kekuatan utama aplikasi ini adalah adanya ulasan dan penilaian dari pengguna, traveler di seluruh dunia.
Melalui ulasan tersebut, kita dapat memperoleh gambaran mengenai suatu tempat sebelum memutuskan untuk mengunjunginya. Menurut saya, hal ini sangat penting karena foto atau iklan yang ditampilkan oleh pengelola tempat wisata atau hotel terkadang tidak selalu mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Istilah sekarang : review jujur !
Dengan membaca pengalaman orang lain, kita bisa mengetahui banyak hal yang mungkin tidak disebutkan dalam deskripsi resmi, seperti kebersihan kamar hotel, pelayanan, kondisi lingkungan sekitar, hingga tips khusus yang berguna selama berkunjung. Misalnya : kamar di lantai berapa yang memiliki view sunrise terbaik di pyramid.
Lho kan Booking.com atau Agoda juga ada review pengunjung. Betul, memang ada, tapi review di platform-platform ini bisa dihapus. Beberapa kali saya memberi rating yang kurang baik sesuai kenyataan, dan memang ga ditampilkan dong. Beda dengan Tripadvisor yang lebih independent, pemilik hotel atau tempat wisata sepertinya sangat susah untuk ikut campur sampai ke tahap menghapus review yang kurang baik.
Fitur Asik di Tripadvisor
Review dan Rating – review pengunjung pastinya yang paling sering saya gunakan. Sebelum memesan hotel atau mengunjungi tempat wisata, saya selalu (kalau sempat) akan menyempatkan diri membaca pengalaman pengunjung lain. Review-review tersebut sering kali memberikan informasi yang jujur dan lebih detail. Maklum jaman sekarang, mudah sekali memanipulasi photo hingga nampak lebih indah.
Fitur rating di Tripadvisor juga sangat membantu, karena kita bisa membandingkan dengan hotel atau tempat wisata yang sejenis di area tersebut, contohnya seperti ini :

Diving Nest, adalah hostel tempat kami menginap di Trincomalee, Sri Lanka. Kebetulan kami memang mencari penginapan yang sekaligus dive centre. Diving Nest menjadi pilihan karena review-nya sempurna (5.0 dari 10 reviewer) dan harganya cocok di kantong.
Menurut rangking di Tripadvisor, Diving Nest ini no 7 dari 78 specialty lodging di Trincomale. Ketika kita klik tulisannya, kita bisa melihat urutan dari semua specialty lodging yang tersedia. Jadi sangat memudahkan kalau mau cari alternatif yang lebih bagus rangkingnya.
Alhamdulillah, kenyataan sesuai dengan review yang kami baca. Diving Nest tempatnya bersih, nyaman, budget friendly, staff dan service diving-nya luar biasa.


Membantu Mencari Restoran dan Kuliner Lokal – pastinya, salah satu bagian favorit saya saat traveling adalah mencoba makanan khas daerah yang saya kunjungi. Namun, menemukan restoran yang tepat terkadang bukan hal yang mudah, terutama jika kita berada di daerah yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.
Tripadvisor membantu untuk menemukan berbagai pilihan tempat makan berdasarkan rating, jenis makanan, kisaran harga, dan juga ulasan pelanggan. Kita bisa membaca komentar pengunjung mengenai rasa makanan, kebersihan tempat, pelayanan, hingga harga yang ditawarkan. Dengan cara ini, saya dapat mengurangi risiko kecewa saat mencoba restoran baru, biar ga nyesel hehe.
Sebetulnya banyak lagi hal-hal menarik dari Tripadvisor, dulu ada fitur forum yang sangat membantu. Sayangnya beberapa tahun yang lalu fitur ini dihapus. Padahal sangat membantu, dulu saya mendapatkan informasi tentang guide trekking di India melalui Tripadvisor.
Meskipun sangat membantu, dan selama ini tidak pernah dikecewakan, saya tetap menyarankan untuk menggunakan Tripadvisor secara bijak ya. Karena tidak semua pengalaman pengguna akan sama, dan setiap orang memiliki ekspektasi dan preferensi yang berbeda. Tetap bandingkan informasi dari berbagai sumber ya Mah. Happy Traveling.
Tulisan ke-3 untuk Tantangan Mamah Gajah Agustus 2026 : Aplikasi/Situs Daring Favorit/yang Ingin Direkomendasikan.

